Ketika Amal Yang Biasa Menjadi Luar Biasa

WisataHati.Info – Siapa yang tidak ingin melakukan amalan biasa namun mendapat pahala yang luar biasa. Sungguh kita semua ingin mendapat pahala yang luar biasa hanya dengan melakukan amalan yang tidak terlalu berat. Memang itulah sifat dasar manusia, ingin lebih walaupun berusaha sedikit. Mari kita simak bagaimana cara agar amal yang biasa menjadi luar biasa.

Kalau amalan bapak dan amalan saya biasa tapi ketika kita memiliki akhlak yang baik, bisa jadi amal kita yang biasa menjadi luar biasa disisi Allah. Kapan? Yaitu ketika amal kita ditopang dengan akhlak yang mulia. Bukankah kita mengetahui ada seseorang yang masuk neraka disebabkan banyak sholatnya banyak puasanya, tapi ternyata akhlaknya buruk kepada tetangganya. Sampai dia menyakiti tetangganya. Ditanyakan kepada Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan seorang wanita yang banyak sholatnya, banyak puasanya, banyak sedekahnya. Kekurangannya satu, dia menyakiti tetangganya dengan lisannya. Dimana tempatnya kelak di akhirat Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab “di neraka”.

Ibadahnya gak bisa menyelamatkan ketika dia buruk akhlaknya. Dan juga sebaliknya, amal yang biasa menjadi luar biasa ketika dia dapat menunjukkan akhlak yang baik. Tidak percaya? Mari kita dengarkan sebuah riwayat yang datang dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Ketika Rasulullah duduk dengan para sahabat, Rasulullah pun berkata “Sebentar lagi laki-laki penduduk surga akan muncul.” Yang muncul siapa pak? Yang muncul laki-laki anshor, jenggotnya basah menenteng sandal dengan tangan kirinya. Disebut Nabi dengan penduduk surga. Itu senengnya kayak apa itu? Laki-laki anshor itu tidak dikenal pak namanya. Itulah, terkadang ada diantara kita yang tidak dikenal diantara penduduk bumi, namun terkenal diantara para penduduk langit.

Hari berikutnya, ketika Rasulullah sedang duduk-duduk dengan para sahabat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi perkataan kemarin, “sebentar lagi ada laki-laki penduduk surga akan muncul”. Ternyata lelaki kemaren pak, jenggotnya basah nenteng sandal pake tangan kiri. Tapi jangan dianggep lho ya, itu amalan surganya, nenteng sandal dengan tangan kiri, jenggotnya dibasahin. Hehe. Bukan bukan itu intinya hadist tersebut, belum selesai.

Hari yang ketiga, beliau mengulangi perkataan kemarin, dan lagi-lagi lelaki anshor kemaren muncul lagi dengan jenggot basah dan menenteng sandal dengan tangan kiri. Maka kemudian, ada sahabat yang penasaran terhadap amalan yang dilakukan oleh lelaki anshor tersebut. Sahabat tersebut adalah Abdulllah bin Amr’ bin Ash radhiyallahu ‘anhu.

Dia penasaran dan mendatangi lelaki anshor tersebut lalu berkata “ saya ini sedang bermusuhan dengan ayah saya. Bolehkah saya tidur di rumahmu, 3 hari saja.” Ini menunjukkan pada kita kalau kemudian berkunjung kepada saudara kita paling lama adalah 3 hari. Jangan 3 tahun. Hehe.

Kemudian akhirnya dia tidur di rumah lelaki anshor tersebut. Kemudian dia perhatikan kehidupan malamya sampai-sampai dia rela tidak tidur hanya ingin mengetahui amalan apa yang dilakukan lelaki anshor tersebut sampai-sampai Nabi mengabarkan bahwa dia penduduk surga sampai 3 kali. Umar saja 2 kali lho pak.

Ternyata sahabat anshor tersebut habis isya’ langsung tidur, tidak seperti yang dibayangkan oleh Abdullah bin Amr’ bin Ash. Lalu di tunggu, jangan jangan bentar lagi dia bangun. Ternyata sahabat anshor tersebut bangun sebentar ketika dia agak gusar dalam tidurnya, lalu duduk dan berdzikir. Lalu habis itu tidur lagi sampai shubuh.

Llau kemudian hari yang kedua sama, dilihatin, ibadahnya ketika pagi, sore malem, ternyata sama seperti sahabat yang lain. Hari ketiga pun sama ikhwan, tidak sholat tahajud. Maka ketika gusar dalam tidurnya berdzikir sebentar lalu tidur. 3 hari sama terus pak. Padahal Nabi mengabarkan penduduk surga sampai 3 kali.

Maka kemudia Abdullah bin Amr’ bin Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata, “ Sesungguhnya saya tidak sedang bermusuhan dengan ayah saya. Sesunggunya niat saya tidur dirumahmu untuk mencuri amalanmu, ingin mengetahui apa yang kamu lakukan. Sampai Nabi mengabarkan kamu sebagai penduduk surga sampai 3 kali. Namun, MasyaAllah, apa yang aku lihat sama saja seperti yang dilakukan oleh para sahabat.”

Kemudian lelaki anshor tersebut berkata, “Kalau amalan dhohir ku yang kamu lihat ya seperti itu memang, tidak ada yang istimewa.” Abdullah bin Amr’ bin Ash merasa gagal untuk mencuri amalannya. Baru beberepa langkah, dipanggil oleh sahabat anshor tersebut lalu berkata “kecuali satu, hatiku tidak pernah hasad kepada orang yang beriman, tidak pernah memiliki keinginan mendzolimi mereka, dan setiap kedholiman yang dilakukan oleh mereka, masyaAllah, aku maafkan kedzaliman-kedzaliman mereka setiap aku menjelang tidurku.” Maka kemudia Abdullah bin Amr’ bin Ash berhenti lalu menghampiri lelaki anshor tersebut dan berkata “Ini lho amalan yang membuatmu menjadi penduduk surga.”

-Ustadz Oemar Mita. Lc-

Di Ubah menjadi text dari Versi Video oleh Ustadz Oemar Mita. Lc

MasyaAllah sungguh kajian yang luar biasa yang disampaikan oleh Ustadz Oemar Mita. Sungguh cerita ini memberikan pelajaran yang besar bagi kita. Yakni bahwasannya akhlak berperan penting dalam kita hidup beragama. Akhlak dapat merubah amal yang biasa menjadi amal yang luar biasa. Dan tanpa akhlak, amal kita hanya menjadi amal yang biasa. MasyaAllah. Semoga kita bisa menjadi sosok yang memiliki akhlak. Amin Ya Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *