Kiat Dalam Berumah Tangga

Website Rujukan: BimbinganIslam.com
Sabtu, 19 Jumadal Akhir 1438 H / 18 Maret 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
Materi Tematik | 10 Kiat Berumah Tangga (Bagian 06 dari 06)
Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tmk-10KiatBerumahTangga-06
Sumber: https://youtu.be/HY0qr4kfSdo
Telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
Yg Mau copas jangan hapus sumbernya ya
———————————–

*10 KIAT BERUMAH TANGGA (BAGIAN 06, SELESAI)*

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Kita lanjutkan pengajian kita.

Diantara perkara yang bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga, yaitu:

_⑺ Berusaha mengungkapkan cinta kita kepada pasangan kita._

Berusaha mengungkapkan cinta kita atau istilahnya kita “ngegombal kepada istri kita” walau terkadang ada dusta (tidak masalah) dan ini dibolehkan dalam syari’at.

Dalam hadīts:

رَخَّصَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم مِنَ الكَذِبِ في ثَلَاثٍ: في الحَرْبِ و في الإِصْلَاحِ بَيْنَ النَّاسِ و قَوْلِ الرَّجُلِ لِإِمْرَأَتِهِ

_”Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam memberi keringanan untuk berbohong dalam 3 perkara:_

_① Dalam peperangan,_
_② Mendamaikan dua orang yang saling sengketa,_
_③ Perkataan seorang lelaki kepada istrinya.”_

(Hadits riwayat Ahmad nomor 26018)

Dalam riwayat yang lain:

وحَدِيْثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ و حَدِيْثُ المَرْأَةِ زَوْجَهَا

_”Seorang lelaki berbicara dengan istrinya atau sebaliknya seorang istri berbicara dengan suaminya dibolehkan dusta.”_

(Hadits riwayat Muslim nomor 2605)

Jadi ada tiga dusta yang dibolehkan dan ini pendapat yang kuat sebagaimana dikuatkan oleh Ibnu Hajar rahimahullāh.

Dalam perang, kita boleh berdusta.

Misalnya kita tunjukan kepada musuh kita, kita tidak ingin menyerang padahal kita yang hendak menyerang atau sebaliknya. Kita menampakan seakan-akan kita lemah ternyata kita kuat dan sangat kuat sehingga kita bisa menyerang musuh yang lenggah. Atau sebaliknya, kita lemah lalu kita tunjukan seakan-akan kita kuat supaya musuh gentar.

Ini boleh dilakukan dalam peperangan.

Diantaranya lagi, dusta seorang lelaki yang ngobrol dengan istrinya dan sebaliknya, dusta seorang istri yang ngobrol dengan suaminya. Ini kedustaan yang menimbulkan cinta kasih diantara mereka, tapi bukan semua dusta.

Kalau misal suaminya menikah lagi trus ditanya istrinya, “Mas, apakah kamu menikah lagi?” Lalu si suami mengatakan, “Tidak.” Ini tidak boleh, ini berbohong!

⇒Yang dibolehkan adalah dusta untuk menumbuhkan cinta kasih diantara pasangan.

Misalnya:

Suaminya mengatakan, “Istriku, kamu cantik sekali hari ini,” ini tidak apa-apa. Istilahnya gombal-gombal yang disukai oleh wanita.

Tulislah syair cinta untuk istri, maka antum akan dapat pahala.

Allāh ingin agar suami istri terjaga kecintaan mereka, sampai Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam membolehkan bohong demi untuk menjaga mawadah antara suami dan istri.

Ini menunjukan mawadah suami istri adalah perkara yang dituntut, karena kalau kita mendapatkan kebahagiaan di rumah akan banyak sekali maslahat yang akan kita dapatkan. Anak-anak juga enak dirawat oleh ayah ibu yang bahagia. Kitapun dapat menundukan pandangan karena kita sayang kepada istri kita.

Oleh karenanya dituntut untuk menumbuhkan cinta kasih antara suami dan istri, meskipun dengan berdusta.

Di antara perkara yang lain yang bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga, yaitu:

_⑻ Merubah suasana._

Menurut ahli tarbiyyah, merubah suasana adalah perlu agar kita tidak terjebak pada satu suasana yang monoton.

Misalnya:

√ Sesekali rubah tempat tidur
√ Mengajak istri dan anak-anak jalan-jalan keluar
√ Sesekali anak-anak dititipkan kepada neneknya, lalu pergi berdua dengan istri

_⑼ Suami dan istri membicarakan nostalgia-nostalgia yang indah._

Diantara obrolan-obrolan suami istri adalah membicarakan nostalgia-nostalgia yang indah dan ini akan menumbuhkan cinta kasih.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam

suatu hari berjalan bersama Aisyah dan para shahābat, Aisyah radhiyallahu anha berkata:

خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَأَنَا جَارِيَةٌ لَمْ أَحْمِلِ اللَّحْمَ وَلَمْ أَبْدُنْ فَقَالَ لِلنَّاسِ: ” تَقَدَّمُوا ” فَتَقَدَّمُوا، ثُمَّ قَالَ لِي: ” تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ ” فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ، فَسَكَتَ عَنِّي حَتَّى إِذَا حَمَلْتُ اللَّحْمَ وَبَدُنْتُ وَنَسِيتُ، خَرَجْتُ مَعَهُ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ، فَقَالَ لِلنَّاسِ: ” تَقَدَّمُوا ” فَتَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ: ” تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ ” فَسَابَقْتُهُ، فَسَبَقَنِي، فَجَعَلَ يَضْحَكُ، وَهُوَ يَقُولُ: ” هَذِهِ بِتِلْكَ

_Aku keluar bersama nabi shallallahu alaihi wa sallam di sebagian safar beliau. Dan aku masih kecil (remaja) yang belum gemuk. Maka beliau berkata kepada para shahabat:_

_”Kalian jalan duluan.”_

_Mereka (para shahabat) akhirnya pergi terlebih dahulu. Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata kepadaku:_

_”Ayo kita lomba lari.”_

==>Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengajak ‘Āisyah lomba lari, maka lomba larilah antara ‘Āisyah dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

_Maka aku berlomba dengannya dan aku yang menang. Waktu kala Nabi hanya diam-diam saja._

==>’Āisyah masih kecil masih remaja belum gemuk sehingga ketika lomba lari dengan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam kalah karena saat itu Nabi sudah berumu.

_Sampai aku mulai gemuk dan aku lupa bahwa aku sudah mulai gemuk, aku keluar lagi bersama beliau dalam sebuah safarnya._

==>Kemudian berjalanlah waktu dan ‘Āisyah menjadi gemuk, waktu ‘Āisyah gemuk Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengajak ‘Āisyah lomba lagi. Saat itu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga sedang bersafar dengan para shahābat dan para shahābat diminta berjalan terlebih dahulu.

_Maka beliau berkata kepada para shahabat:_

_”Kalian jalan duluan.”_

_Maka merekapun jalan duluan. Kemudian beliau berkata:_

_”Ayo kita lomba lari.”_

_Maka aku lomba dengannya dan akhirnya beliau yang menang. Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam tertawa dan berkata:_

_”Ini untuk membayar kekalahanku yang dulu.”_

(Hadits riwayat Ahmad nomor 25075)

Subhānallāh

Berarti Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ingat masa indah, lomba lari itu kenangan yang indah.

Antum sekali-kali bernostalgia dengan istri antum agar bisa menumbuhkan cinta kasih antara suami dan istri.

Reposted by : Grup wa manhaj salaf Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
IG: SALAFYWAYS
Yg Mau copas jangan hapus sumbernya ya

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
____________

Jazakumullahu khoiran untuk semua pihak yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *