Taat Ulama Dalam Kebenaran

BimbinganIslam.com
Rabu, 23 Jumadal Akhir 1438 H / 22 Maret 2017 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 23 | Ta’at Ulama Dalam Kebenaran
Telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
Yg Mau copas jangan hapus sumbernya ya
~~~~~~~~~~~~~~~

TA’AT ULAMA DALAM KEBENARAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول

Halaqah yang ke-23 dari Silsilah kita adalah tentang “Ta’at Ulama Dalam Kebenaran”.

Ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu tentang Allāh dan juga agamanya.

Ilmu yang membawa dirinya untuk bertaqwa kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālā.

Mereka adalah pewaris para Nabi dan kedudukan mereka di dalam agama Islam adalah sangat tinggi.

Allāh telah mengangkat derajat para ulama dan memerintahkan kita untuk ta’at kepada mereka selama mereka menyeru dan mengajak kepada kebenaran dan juga kebaikan.

Allāh Ta’ālā berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ

“Wahai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allāh dan ta’atlah kepada Rasul dan Ulil Amri kalian.”

(QS An Nisā: 59)

⇒ Dan ulil amri disini mencakup ulama dan juga umarā (pemerintah).

Menghormati mereka (yaitu para ulama) bukan berarti menta’ati mereka dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan.

Ulama, ayyuhal ikhwah, seperti manusia yang lain; ijtihad mereka terkadang salah dan terkadang benar.

✓Kalau benar, mereka mendapatkan 2 pahala.
✓Kalau salah, mereka mendapatkan 1 pahala.

Apabila jika telah jelas kebenaran bagi seorang Muslim dan jelas bahwasanya seorang ulama menyelisihi tersebut dalam sebuah permasalahan, maka tidak boleh seseorang menta’ati ulama tersebut kemudian dia meninggalkan kebenaran.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Tidak ada keta’atan dalam kemaksiatan, sesungguhnya keta’atan hanya di dalam kebenaran.”

(Muttafaqun ‘alaih)

Apabila seseorang menta’ati ulama dalam kemaksiatan kepada Allāh, maka dia telah menjadikan ulama tersebut sebagai pembuat syari’at dan bukan penyampai syari’at, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi & Nashrani.
Allāh berfirman :

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ الله

“Mereka (yaitu orang-orang Yahudi dan Nashrani) menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allāh.”

(QS At Taubat: 31)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjelaskan ayat ini, Beliau mengatakan:

“Ketahuilah bahwa mereka bukan beribadah kepada para ulama dan ahli ibadah tersebut, akan tetapi mereka, apabila menghalalkan apa yang Allāh haramkan, maka mereka ikut menghalalkan.

Dan apabila ulama dan ahli ibadah tersebut mengharamkan apa yang Allāh halalkan, maka mereka pun ikut mengharamkan.”

(Hadits hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)

Itulah halaqah yang ke-23 sampai bertemu pada halaqah yang selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Saudaramu, ‘Abdullāh Roy

Ditranskrip oleh
Tim Transkrip BiAS
Reposted by :  Grup wa manhaj salaf Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg
IG: SALAFYWAYS
Yg Mau copas jangan hapus sumbernya ya
==========

Jazakumullahu khoiran untuk semua pihak yang terlibat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *